Adaptasi Sistem Keamanan Digital di Indonesia

28 Agustus 2020 - Saat ini, seluruh sektor industri dan kelangsungan kehidupan bermasyarakat dituntut untuk menerapkan pola operasional yang bersifat digitalisasi. Perkembangan menuju digitalisasi tersebut memerlukan sinergi yang kuat dari pihak-pihak pendukung seperti dari industri itu sendiri dan juga peran pemerintah.

 

Dalam sebuah sesi forum webinar berjudul “The Green Room: Shaping FinTech in Indonesia”, Niki Luhur selaku Founder VIDA sekaligus Co-Founder dan Chairman AFTECH, menyampaikan bahwa VIDA memiliki komitmen yang serius terhadap penggunaan identitas digital yang aman di Indonesia

 

Dipandu oleh Amrita Vir selaku Driver Lending Manager Grab Financial, Niki berbagi bahwa pelaku industri bisa memberikan masukan terhadap inovasi-inovasi digitalisasi yang mutakhir. Harapannya, solidaritas kuat antara pelaku industri dan para pemangku kepentingan dapat saling meresapi adaptasi digitalisasi yang bisa membawa perkembangan negara yang lebih baik.

 

Perlu disadari bahwa saat ini seluruh aspek kehidupan di manapun dan kapanpun telah memasuki era digitalisasi, yang menuntut masyarakat untuk cepat beradaptasi terhadap pemanfaatan teknologi. Seiring perkembangan teknologi, kita tidak boleh luput terhadap sistem keamanan yang melekat dalam penerapan aktivitas digital, salah satunya terkait penerapan identitas digital. Identitas digital marak digunakan sebagai instrumen yang membuktikan eksistensi seseorang di dunia digital. Terlebih di tengah kondisi yang tak menentu seperti saat ini, industri dan juga peran pemerintah diharapkan hadir dan memberikan solusi kreatif bagi masyarakat dalam menyediakan dan menjamin sistem keamanan digital.

 

Menanggapi hal ini, Niki Luhur selaku CEO PT Indonesia Digital Identity (VIDA) sekaligus Co-Founder AFTECH mengemukakan pendapatnya dalam acara webinar internasional berjudul “The Green Room: Shaping FinTech in Indonesia” pada 27 Agustus 2020 lalu.

 

Dalam webinar yang dipandu oleh Amrita Vir selaku Driver Lending Manager Grab Financial, Niki mengungkapkan bahwa sejak awal berdiri, VIDA fokus terhadap tingkat keamanan yang tinggi bagi kebutuhan identitas digital yang terverifikasi. Menurutnya, identitas digital adalah fondasi untuk transformasi bisnis digital. Prinsip Know Your Customer (KYC) menjadi poin utama dalam sebuah perusahaan untuk menilai calon konsumen. Terlebih saat ini, kurangnya pemahaman tentang identitas digital membuat orang tidak dapat berpartisipasi penuh dalam ekonomi digital.

 

Sebagai seseorang yang memiliki perhatian besar dalam mendorong perkembangan industri fintech di Indonesia, Niki bersama VIDA memiliki keunggulan luar biasa untuk memanfaatkan keahliannya dalam keamanan siber untuk memastikan bahwa mereka hadir untuk melindungi data dan identitas pengguna. Salah satu bidang terpenting yang mendukung pertumbuhan ekonomi digital adalah penyediaan identitas digital demi mencapai tujuan inklusi keuangan.

 

Lebih lanjut, untuk mencapai hal tersebut dibutuhkan peran strategis pemerintah sebagai pemangku kepentingan agar identitas digital dapat memiliki kekuatan hukum yang sah. Di bawah naungan Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, VIDA memiliki keuntungan luar biasa untuk memanfaatkan keahlian dalam keamanan siber untuk memastikan bahwa kami melindungi privasi dan identitas pengguna. VIDA adalah salah satu dari empat Otoritas Sertifikat bersertifikat di Indonesia, dan karenanya mengikuti standar tinggi dari pemerintah dalam mengenkripsi data konsumen. Kolaborasi lintas sektor ini telah menjadi kunci dalam beradaptasi dan mengelola kemajuan era digitalisasi.

 

Terkait dengan prediksi industri fintech ke depannya, Niki melihat para pelaku di industri bisa menjadi jembatan antara industri dan regulator. Perannya cukup krusial karena berfungsi sebagai suara bersama bagi industri fintech dan pada saat yang sama mendukung regulator untuk mencegah dampak regulasi terhadap bisnis dan mengembangkan kode etik. Bahkan salah satunya dapat memberikan rekomendasi kongkrit dan praktis ketika regulator ingin mengeluarkan peraturan baru.

 

Dalam upaya untuk terus beradaptasi di era digitalisasi, Niki percaya bahwa terdapat beberap faktor kunci keberhasilan perkembangan industri fintech di Indonesia dengan terus membangun prinsip-prinsip seperti; adanya dukungan kuat dari kebijakan, berfokus pada inklusi keuangan yang membantu dalam pembangunan dan pertumbuhan ekonomi Indonesia; serta dapat menciptakan manfaat bersama sesuai pada masing-masing bidang pemangku kepentingan.