Lima Contoh Penggunaan Tanda Tangan Elektronik Untuk Perbankan


Keamanan Data untuk Pekerja yang Bekerja dari Rumah
Tanda tangan elektronik cocok untuk dunia perbankan karena mempunyai keunggulan dari sisi keamanan

Tanda tangan elektronik merupakan teknologi identitas yang kini semakin marak digunakan. Teknologi ini memiliki banyak keunggulan dari segi keamanan dibandingkan dengan cara tanda tangan konvensional. Itu sebabnya industri yang mengandalkan aspek keamanan seperti perbankan menggunakan tanda tangan elektronik sebagai salah satu peningkatan mutu layanan.


Meski tanda tangan elektronik mulai marak digunakan, penerapan tanda tangan elektronik di industri perbankan masih terbatas. Tidak semua bank menggunakan sistem ini untuk layanannya. Penyebab masih terbatasnya penerapan tanda tangan elektronik pada perbankan memang bermacam-macam, seperti regulasi yang belum mengakomodir penggunaan validasi identitas secara digital, ataupun bank yang belum mempersiapkan infrastruktur yang dibutuhkan untuk mendukung sistem tanda tangan elektronik .


Untuk mengetahui apa saja potensi penerapan tanda tangan elektronik pada industri perbankan, Anda bisa ketahui terlebih dahulu contoh-contoh penggunaan tanda tangan elektronik yang sudah umum digunakan. Contoh-contoh berikut ini adalah contoh penggunaan tanda tangan elektronik yang sudah umum dilakukan oleh bank.


1. Membuka Rekening


Membuka rekening bank selama ini mengharuskan calon nasabah untuk datang dan hadir ke kantor bank untuk melengkapi persyaratan-persyaratan. Persyaratan tersebut selalu membutuhkan persetujuan yang melibatkan tanda tangan basah dari seorang nasabah.


Namun dengan hadirnya teknologi tanda tangan elektronik , proses membuka rekening saat ini bisa dilakukan secara daring. Itu artinya nasabah yang ingin membuka rekening tidak perlu lagi untuk datang ke kantor perwakilan bank dan bertatap muka dengan petugas.


Berkat tanda tangan elektronik, nasabah hanya perlu melakukan verifikasi identitas dan memberikan tanda tangan elektronik dari jarak jauh tanpa harus kontak langsung. Hal ini memberikan banyak kemudahan dan kepraktisan serta kecepatan yang dibutuhkan oleh nasabah.


Nasabah bisa lebih mudah membuka rekening dari manapun tanpa terbatas ruang geografis karena layanan membuka bank bisa diakses selama ada jaringan internet. Nasabah juga tidak perlu bertatap muka dengan petugas, hal ini memberikan rasa aman di masa wabah. Dan karena segala persyaratan diproses secara digital, waktu yang dibutuhkan untuk membuka rekening menjadi lebih singkat.


Saat ini persaingan layanan perbankan seperti penyediaan rekening tidak hanya dilakukan oleh institusi bank. Tetapi juga dilakukan oleh perusahaan-perusahaan teknologi finansial yang memang mengandalkan sistem digital untuk memudahkan proses membukan rekening bagi nasabah. Bila bank tidak segera memberikan kemudahan yang sama, nasabah akan mulai meninggalkan bank karena proses yang tatacara layanan yang tidak lagi memuaskan. Hal ini tentu saja perlu menjadi perhatian khusus bagi pelaku bisnis perbankan.


2. Penyaluran Pinjaman


Sebelum adanya tanda tangan elektronik, segala berkas dan persyaratan pinjaman oleh nasabah pada bank harus melalui proses yang cukup lama. Mulai dari pengisian berkas, pemeriksaan catatan, wawancara, survey lapangan, hingga serah terima pinjaman. Proses yang biasanya membutuhkan waktu satu pekan bisa dipangkas menjadi hanya 24 hingga 48 jam saja.


Namun berkat tanda tangan elektronik dan formulir digital, proses penyaluran pinjaman oleh bank pada nasabah bisa semakin cepat dilakukan. Nasabah tidak perlu lagi datang ke kantor cabang untuk mengisi aplikasi pinjaman dan kontrak secara konvensional. Nasabah bisa mengajukan pinjaman secara elektronik dan dilakukan bahkan dari rumah.


Keuntungan-keuntungan seperti ini akan mampu meningkatkan pengalaman nasabah saat membutuhkan solusi dari produk dan layanan bank. Nasabah menjadi bisa lebih tenang dan juga merasa dimudahkan karena proses yang simpel dan cepat.


Proses pengajuan pinjaman secara digital juga mengeliminasi risiko yang berkaitan dengan masalah pada dokumen seperti tanda tangan yang tidak ada, data yang tidak sempurna, ataupun berkas yang terselip.


Sedangkan keuntungan penggunaan tanda tangan elektronik bagi bank adalah, bank bisa menghemat banyak pengeluaran operasional dari proses pemberkasan fisik seperti pemindaian, atau fotokopi. Tanpa proses ini, kebutuhan pada aktifitas back-office juga bisa diminimalisir.


3. Layanan Bank Komersial


Tanda tangan elektronik juga bisa memberikan banyak manfaat untuk layanan bank komersial atau commercial banking. Layanan bank komersial yang sering melibatkan nasabah individu maupun bisnis dapat terjadi ribuan kali dalam satu hari. Dan setiap aktifitas perbankan tersebut membutuhkan proses otorisasi dan validasi identitas.


Bayangkan apabila bisnis masih harus datang ke cabang bank dan melakukan pemberkasan di setiap transaksi bisnis yang terjadi. Ada begitu banyak waktu dan energi yang harus diperlukan untuk menyelesaikan transaksi. Sedangkan berkat tanda tangan elektronik pada proses otorisasi dan validasi identitas ada banyak kemudahan. Bisnis akan bisa melakukan aktifitas transaksi atau mendapatkan layanan perbankan dengan lebih praktis. Apalagi jika layanan perbankan bisa diakses melalui aplikasi yang terdapat di ponsel pintar hanya dengan menggunakan tanda tangan elektronik.


Layanan bank komersial yang begitu mudah bagi nasabah akan meningkatkan pengalaman nasabah untuk melakukan aktifitas perbankan. Nasabah tidak perlu lagi risau dengan kebutuhan berkas-berkas fisik yang menumpuk dan harus menyerahkannya pada pihak bank untuk diproses lebih lanjut.


4. Manajemen Investasi


Produk lain dari perbankan yang juga bisa mendapatkan banyak manfaat dari tanda tangan elektronik adalah untuk keperluan manajemen investasi. Manajemen investasi merupakan produk pengelolaan kekayaan (wealth management) yang melibatkan perbankan.


Peran dari tanda tangan elektronik pada proses wealth management adalah untuk mempersingkat proses sales yang sering kali memakan begitu banyak waktu. Biasanya proses ini membutuhkan pertemuan berkali-kali dengan tingkat eror yang tinggi akibat berkas yang bertumpuk dan risiko fisik lainnya.


Selain itu pada wealth management konvensional, prosesnya juga mengharuskan pertemuan tatap muka. Hal ini bukan hanya membutuhkan waktu yang lebih lama tetapi juga bisa mendatangkan risiko kesehatan seperti di saat pandemi wabah terjadi.


Itu sebabnya, tanda tangan elektronik bisa menjadi solusi bagi kebutuhan wealth management yang melibatkan perbankan. Interaksi yang dilakukan klien bisa dilakukan secara digital. Berkas dan dokumen yang dibutuhkan bisa dipelajari secara digital dan bisa dilakukan di manapun dan kapanpun. Kemudian Anda bisa melakukan tanda tangan persetujuan dan otorisasi dengan mudah dan praktis.


Bank Systems & Technology melaporkan bahwa wealth management dengan metode konvensional menghabiskan waktu sebanyak 80.000 jam tiap tahun untuk melakukan perbaikan dokumen. Apalagi jika para advisor yang ada di lapangan harus membawa berkas-berkas secara fisik akan meningkatkan risiko kesalahan. Kesalahan pada dokumen yang paling sering terjadi adalah tanda tangan yang tidak lengkap ataupun data yang tidak valid. Akibatnya, proses pengumpulan data harus dilakukan kembali.


Hal ini bisa menjadi kerugian yang besar bagi bank yang melakukan manajemen portofolio pada klien karena kesalahan seperti ini sebenarnya bisa diselesaikan dengan penggunaan tanda tangan elektronik.


5. Kredit Perumahan


Ketika bank menggunakan sistem digital untuk meningkatkan operasional layanan bank perlu mengintegrasikan banyak hal. Seperti dokumen elektronik, tanda tangan elektronik, dokumen legal digital, dan banyak berkas lain yang dibutuhkan untuk produk kredit perumahan. Identitas digital akan menjadi aspek yang krusial dalam penerapan sistem ini dan keberhasilan persetujuan aplikasi yang diajukan oleh nasabah pada bank.


Penerapan tanda tangan elektronik pada kredit perumahan memang masih terbilang belum populer karena proses validasi yang begitu ketat dan juga karena alasan regulasi. Namun beberapa bank internasional mulai menerapkan teknologi identitas digital untuk mempermudah layanan kredit perumahan.


Salah satu contohnya adalah Wells Fargo yang memberikan layanan kredit perumahan dengan menggunakan sistem pengajuan kredit secara digital. Sistem yang digunakan Wells Fargo memberikan keleluasaan bagi nasabah untuk mengajukan dan melengkapi dokumen yang dibutuhkan melalui situs ataupun ponsel tanpa harus menunggu berkas datang ke rumah melalui paket surat.


Pada proses lebih lanjut, para nasabah yang mengajukan kredit perumahan akan mendapatkan informasi lanjutan melalui ponsel. Hal ini juga termasuk informasi apakah pengajuan kredit yang diajukan diterima atau ditolak. Jika pengajuan kredit diterima, nasabah bisa melakukan tanda tangan secara digital pada dokumen yang dibutuhkan. Seluruh proses layanan kredit perumahan seperti ini bisa terjadi tanpa melibatkan dokumen kertas satupun berkat tanda tangan dan identitas digital.


Layanan kredit perumahan dengan proses seperti ini tidak hanya mempermudah proses seleksi dan validasi pada pihak bank, tetapi juga memberikan kenyamanan pada nasabah. Alasannya adalah karena nasabah tidak perlu sibuk dengan dokumen-dokumen fisik dan juga tidak perlu untuk mondar-mandir mengurus pengajuan kredit.


Contoh-contoh di atas menggambarkan bagaimana tanda tangan elektronik bisa memberikan banyak peluang dan potensi bisnis baru pada industri perbankan. Penghematan dan efisiensi waktu dan tenaga bisa diraih bila bank mau untuk menerapkan teknologi tanda tangan elektronik. Dengan mengetahui contoh-contoh penerapan tanda tangan elektronik, perbankan bisa mulai mempertimbankan apakah memerlukan teknologi ini atau tidak untuk melayani para nasabah.


Keamanan dokumen juga bisa ditingkatkan dengan tanda tangan elektronik. Bila produk dan layanan perbankan rawan dengan pemalsuan tanda tangan basah yang bisa dipalsukan, sistem digital membuat tanda tangan semakin bisa diandalkan. Tanda tangan bisa terjaga dengan sistem enkripsi sehingga sulit untuk dipalsukan.


Tidak hanya itu, aspek lain seperti risiko eror akibat dokumen yang tidak valid dan lengkap bisa sangat ditekan. Berkat tanda tangan tangan elektronik, kini bisa bisa lebih fokus pada memberikan produk dan layanan yang lebih maksimal pada para nasabah. Sebab pengalaman nasabah ketika berinteraksi dengan bank menjadi semakin penting dan krusial.


Nasabah tidak hanya ingin mendapatkan produk yang bisa menjawab kebutuhan tetapi juga bisa memberikan kemudahan dan efisiensi waktu. Itu mengapa tanda tangan elektronik bisa menjadi solusi yang tepat untuk meningkatkan kepuasan nasabah.


Perlu diingat bahwa persaingan layanan perbankan saat ini semakin beragam. Penyedia layanan perbankan tidak lagi hanya dilakukan oleh bank tetapi juga perusahaan-perusahaan teknologi finansial. Itu sebabnya, teknologi digital seperti tanda tangan elektronik menjadi semakin penting untuk bank agar tetap bisa memberikan layanan dan produk yang relevan bagi nasabah saat ini.


Bila Anda membutuhkan konsultasi ataupun solusi terkait dengan penerapan tanda tangan elektronik untuk produk perbankan. Anda bisa berinteraksi dan berkonsultasi dengan kami PT Identitas Digital Indonesia (VIDA). Kami merupakan pelopor penyelenggara sertifikat identitas digital di Indonesia. Sistem dan platform yang kami miliki dapat diterapkan di berbagai bidang usaha yang mengandalkan teknologi digital sehingga validitas identitas menjadi terjaga dan sulit untuk dipalsukan.





Baca juga: Tips Memilih Penyedia Tanda Tangan Elektronik Tersertifikasi yang Baik