Pentingnya Teknologi Verifikasi Identitas untuk Perusahaan di Era Digital



Kualitas produk bukan lagi menjadi satu-satunya faktor yang menentukan keputusan belanja konsumen. Kini konsumen sudah lebih sadar terhadap faktor keamanan layanan, terutama di era digital yang rentan akan risiko kejahatan siber seperti kebocoran data konsumen, yang berakibat pada penipuan atau pemalsuan identitas.


Akibat risiko kejahatan siber tersebut, perusahaan dituntut untuk menerapkan sistem keamanan yang kuat agar konsumen merasa aman berinteraksi dengan Anda. Di sinilah teknologi verifikasi identitas dapat menjadi solusi efektif.


Teknologi verifikasi identitas dengan standar tertinggi saat ini telah memanfaatkan artificial intelligence (AI). Dengan memanfaatkan kecerdasan buatan, perusahaan dapat melakukan verifikasi identitas konsumen secara aman agar terhindar dari risiko kejahatan. Dengan keamanan yang terjamin, konsumen akan merasa puas dengan layanan perusahaan Anda sehingga berpengaruh positif terhadap kredibilitas perusahaan di era digital.


Teknologi verifikasi mengurangi kekhawatiran terhadap risiko kejahatan siber


Tahukah Anda bahwa dalam beberapa tahun terakhir, jumlah kasus kebocoran data mengalami peningkatan? Pada tahun 2018 saja, tercatat ada lebih dari 5 miliar informasi yang terekspos akibat kebocoran data. Alhasil, risiko pencurian dan pemalsuan identitas pun turut meningkat. Itulah mengapa saat ini perusahaan membutuhkan sistem yang mampu melakukan verifikasi identitas seseorang secara aman dan akurat.


Di era digital seiring pesatnya perkembangan teknologi, sudah banyak sistem verifikasi identitas yang melibatkan teknologi verifikasi biometrik. Verifikasi biometrik merupakan metode verifikasi identitas dengan mengukur dan menganalisis karakteristik fisik atau perilaku seseorang, misalnya sidik jari, pengenalan wajah, dan pola suara.


Contoh sederhana dari verifikasi identitas dengan teknologi biometrik adalah ketika Anda diminta melakukan pemindaian face ID untuk mengakses smartphone. Dengan cara ini ponsel tidak lagi memerlukan kode atau kata kunci namun cukup melakukan pindai pada data biometrik seseorang. Hasilnya adalah proses verifikasi menjadi lebih akurat, aman dan tidak bisa dipindahtangankan.


Kemampuan teknologi verifikasi dengan biometrik seperti ini membuat identitas seseorang sulit dicuri, dipalsukan, maupun disalahgunakan. Dengan begini, risiko kejahatan siber seperti akses ilegal ataupun otorisasi transaksi maupun tanda tangan palsu bisa dicegah.


Teknologi verifikasi identitas yang baik menjaga reputasi perusahaan


Sebagai perusahaan yang menyediakan layanan bagi konsumen, tentunya Anda ingin agar perusahaan memiliki reputasi yang baik. Reputasi yang baik menandakan bahwa perusahaan Anda dipercaya oleh para konsumen sehingga lebih unggul dibanding pesaing. Namun tantangannya adalah bagaimana kepercayaan tersebut bisa didapatkan apabila tidak diimbangi dengan sistem keamanan yang mumpuni?


Salah satunya adalah dengan menerapkan teknologi verifikasi identitas yang baik ketika konsumen melakukan otentikasi transaksi atau melakukan akses. Dalam proses ini reputasi perusahaan akan sangat diperhitungkan karena menyangkut privasi dan keamanan transaksi konsumen. Contoh dari penerapan sistem verifikasi identitas yang baik adalah seperti yang dilakukan layanan perbankan yang kerap meminta nasabah untuk membuktikan identitas mereka sebelum mengakses rekening atau layanan lain.


Salah satu sistem teknologi verifikasi identitas yang bisa diandalkan adalah teknologi verifikasi berbasis biometrik yang tidak hanya praktis tetapi juga akurat dan aman. Bila Anda menerapkan sistem ini konsumen akan merasa lebih aman bertransaksi atau berinteraksi dengan perusahaan. Konsumen dapat merasakan sendiri bahwa perusahaan benar-benar mengutamakan keamanan, sehingga reputasi perusahaan di mata konsumen bisa semakin positif.


Proses verifikasi biometrik yang mudah meningkatkan pengalaman konsumen


Saat ini untuk menjadi perusahaan yang lebih unggul dari kompetitor, Anda perlu memperhatikan pengalaman konsumen. Pengalaman seperti apa yang dimaksud?


Pengalaman konsumen yang dimaksud adalah pengalaman konsumen ketika berinteraksi dengan perusahaan secara keseluruhan. Mulai dari pemasaran, percobaan, pembelian hingga layanan purna jual. Seluruh proses ini merupakan proses onboarding yang bisa terjadi secara digital sehingga membutuhkan alur yang rapi, mudah dan juga aman. Itu mengapa sistem verifikasi identitas yang baik seperti teknologi biometrik mampu meningkatkan pengalaman konsumen. Berkat teknologi verifikasi biometrik yang konsumen tak lagi perlu menyerahkan KTP atau paspor untuk memverifikasi identitas dan melakukan otentikasi transaksi.


Lalu bagaimana cara untuk menerapkan teknologi verifikasi identitas yang baik untuk perusahaan? Untuk kebutuhan tersebut, Anda bisa bekerja sama dengan VIDA. VIDA memiliki layanan VIDA Verify yang mampu membandingkan data biometrik dan demografis dengan database nasional. Teknologi yang digunakan VIDA telah terstandar NIST yang memiliki akurasi hingga 99,5% sehingga aman dan terpercaya.


Bila perusahaan Anda mampu untuk menyediakan sistem verifikasi identitas yang praktis seperti VIDA Verify, konsumen akan mendapatkan pengalaman yang lebih positif. Pengalaman positif inilah yang dapat mendorong mereka untuk kembali berinteraksi, sehingga meningkatkan nilai daya saing perusahaan Anda.


Keamanan konsumen menjadi salah satu faktor penting yang wajib diperhatikan perusahaan di era digital sekarang. Saatnya menyertakan teknologi verifikasi identitas sebagai bagian dari sistem keamanan perusahaan Anda. Pilih penyedia layanan verifikasi identitas yang telah terbukti rekam jejaknya seperti VIDA Verify.


Tak hanya tersertifikasi ISO 27001 untuk manajemen keamanan data, VIDA juga menjadi satu-satunya penyedia sertifikat elektronik (PSrE) di Indonesia dengan sertifikasi WebTrust sebagai jaminan standar keamanan internet yang diakui secara global. Dengan menggunakan VIDA Verify untuk verifikasi identitas, perusahaan Anda bisa memberikan keamanan yang lebih kuat kepada konsumen di era digital.








Baca: Mengenal Prinsip Nirsangkal dalam Tanda Tangan Elektronik

0 views0 comments