Prasyarat Menggunakan Tanda Tangan Elektronik di Indonesia Menurut Peraturan Kominfo


Meningkatnya penggunaan tanda tangan elektronik di segala bidang

Semakin meningkatnya penggunaan tanda tangan elektronik untuk berbagai keperluan, membuat pemerintah merancang aturan-aturan untuk menjamin keamanan tanda tangan tersebut. Seperti peraturan yang dikeluarkan oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dan Kementerian Informasi Republik Indonesia yang mengatur prasyarat penggunaan tanda tangan elektronik.


Prasyarat penggunaan tanda tangan elektronik perlu diatur karena tanda tangan elektronik sangat berkaitan dengan standarisasi yang sarat hubungannya dengan keamanan. Mengingat tanda tangan elektronik dibutuhkan untuk berbagai keperluan termasuk dalam aktivitas pemerintahan yang perlu kerahasiaan.


Seperti apa prasyarat penggunaan tanda tangan elektronik yang dimaksud? Berikut pembahasannya.


Kerahasiaan Tanda Tangan Elektronik Terjamin

Prasyarat pertama yang harus dipenuhi untuk menggunakan tanda tangan di Indonesia adalah kerahasiaannya yang dapat dipertanggungjawabkan dan terjamin. Untuk sebuah transaksi elektronik, kerahasiaan data tanda tangan elektronik adalah mutlak.


Sebab, jika kerahasiaan tidak terjamin, aktifitas bisa dipalsukan dan ditiru oleh pihak lain yang tidak bertanggung jawab. Oleh karena itu, keberadaan tanda tangan elektronik haruslah memiliki sebuah enkripsi yang bersifat rahasia yang hanya dapat dibuka dan dibaca oleh pihak-pihak yang berkepentingan.


Memiliki Sistem Enkripsi dan Nilai Hash yang Unik

Sama halnya dengan tanda tangan konvensional, tanda tangan elektronik juga memiliki keunikan tersendiri. Yang membedakan antara tanda tangan elektronik satu dan lainnya di sini adalah enkripsi dan fungsi hash-nya. Fungsi tersebut akan membentuk sebuah komponen unik ketika data dimasukkan ke dalam sebuah program tertentu.


Maka, ketika terdapat perubahan satu bit pun maka nilai hash juga akan ikut berbeda. Kemudian, nilai hash tersebut akan dienkripsi dengan private key. Nantinya hasil enkripsi itulah yang menjadi nilai tersendiri dari keabsahan tanda tangan elektronik suatu dokumen.


Keaslian Tanda Tangan Harus Bisa Dibuktikan

Prasyarat yang kedua ialah tanda tangan elektronik harus bersifat asli dan bisa divalidasi keasliannya. Maksudnya adalah keaslian tanda tangan tersebut harus bisa dibuktikan oleh pihak terkait, baik penerima dokumen maupun penanda tangan.


Penandatangan dari tanda tangan elektronik dapat dibedakan menjadi dua kelompok yaitu perusahaan atau organisasi dan individu. Jika tanda tangan elektronik atau tanda tangan elektronik dalam sebuah perusahaan atau organisasi, biasanya dilakukan oleh pemangku jabatan yang mengambil keputusan. Sementara individu juga dapat menggunakan tanda tangan elektronik untuk keperluan pribadi.


Kedua penandatangan tetap membutuhkan kemampuan untuk membuktikan apakah tanda tangan adalah asli atau tidak. Sehingga untuk menggunakan tanda tangan elektronik keaslian harus bisa dibuktikan.


Integritas Penyelenggara Tanda Tangan Elektronik yang Baik

Berikutnya adalah penyedia tanda tangan elektronik haruslah memiliki integritas yang baik. Integritas yang baik berarti penyelenggara tidak akan mengubah standar layanan dengan alasan apapun. Selain itu dengan menggunakan penyelenggara yang berintegritas risiko untuk terjadinya penyalahgunaan informasi juga minimal.


Penyebabnya adalah dalam tanda tangan elektronik haruslah memiliki metode tertentu guna memberitahukan bahwa pihak yang menandatangani memberikan informasi maupun persetujuan terhadap data elektronik yang telah diubah tadi.


Wajib Menggunakan Jasa Penyelenggara Tanda Tangan Elektronik Terdaftar

Prasyarat yang terakhir ialah sebaiknya dalam menggunakan tanda tangan elektronik, gunakanlah penyedia yang sudah tersertifikasi. Dalam Peraturan Pemerintah No.82 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik (PP 82/2012) memang telah mengatur tentang tanda tangan elektronik baik yang tersertifikasi maupun yang tidak. Keduanya memang diperbolehkan untuk digunakan di Indonesia namun penyelenggara terdaftar tentu memiliki reputasi yang lebih baik.


Salah satu penyelenggara sertifikat tanda tangan elektronik di Indonesia adalah PT Indonesia Digital Identity (VIDA) yang sudah tersertifikasi dengan Nomor 867 Tahun 2019.


Berdasarkan prasyarat keamanan tanda tangan elektronik yang dianjurkan oleh Kementerian Informasi Republik Indonesia, jelas bahwa penyelenggara tanda tangan elektronik harus memiliki izin dan diakui secara legal. Bila Anda ingin mulai menggunakan tanda tangan elektronik Anda perlu memperhatikan aturan-aturan tersebut. Jangan sampai Anda tidak mendapatkan fasilitas dan keamanan yang jelas ketika menggunakan tanda tangan elektronik.



Baca juga: Tren Identitas Digital yang Diprediksi akan Populer di Tahun 2021