Tanda Tangan Elektronik Berpotensi Membuka Peluang Ekonomi Digital


Perkembangan ekonomi digital saat ini menjadi fenomena baru dalam tata kelola ekonomi global. Baik di negara maju maupun negara berkembang. Keberadaan tanda tangan elektronik sebagai salah satu identitas digita dalam ekonomi digital pun semakin menunjukkan perannya.


Penandatanganan dokumen yang semakin mudah bahkan hanya dalam hitungan menit membuat pendapatan ekonomi negara di sektor digital ini meningkat cukup drastis. Di Indonesia, sebagaimana dilansir dari laman Jakarta Globe ekonomi digital mampu meningkatkan pendapatan negara 11 persen di tahun 2020 lalu dengan nilai 44 miliar dollar dari sebelumnya 40 miliar dollar tahun 2019.


Bayangkan saja, jika proses penandatanganan formal menggunakan tanda tangan basah membutuhkan waktu dan biaya yang tidak sedikit. Hal itu akan mengurangi pendapatan negara secara tidak langsung secara keseluruhan kegiatan perekonomian yang melibatkan sektor penting di suatu negara. Kini dengan tanda tangan elektronik, biaya yang tidak perlu dapat dipangkas hingga 50 persen. Sehingga, pendapatan dari sektor digital dapat meningkat dan berkontribusi pada perekonomian nasional.


Lalu, apa sajakah keuntungan, peluang dan tantangan tanda tangan elektronik ini serta dampaknya pada ekonomi digital? Berikut ulasannya.


Keuntungan tanda tangan elektronik untuk Ekonomi Digital


Penggunaan tanda tangan elektronik maupun identitas digital memberikan keuntungan bagi para pelaku ekonomi digital. Baik itu bagi konsumen, penyedia barang dan jasa, hingga sektor lainnya yang berhubungan dengan roda perekonomian digital. Berdasarkan kajian McKinsey Global Institute, setidaknya ada enam keuntungan tanda tangan elektronik untuk kegiatan ekonomi digital di antaranya sebagai berikut:


1. Memberikan keamanan pada Konsumen

Konsumen akan merasakan dampak dari penerapan tanda tangan elektronik dan identitas digital ini terutama dari segi transaksi pembayaran. Semua proses transaksi akan lebih aman karena menggunakan sistem yang hanya dapat diakses oleh pemilik dan diamankan dengan fitur enkripsi. Sehingga proses otentikasi lebih cepat dan akurat serta bisa melindungi tindakan kejahatan seperti spoofing maupun scamming yang merugikan.


2. Meningkatkan produktivitas Karyawan

Tanda tangan elektronik juga mampu meningkatkan produktivitas karyawan proses koordinasi antara penjual dan pembeli semakin mudah dan cepat. Karyawan pun akan melayani pembeli lebih cepat dari biasanya sehingga lebih efisien. Tanda tangan elektronik juga digunakan untuk melakukan verifikasi pembeli secara otomatis hingga bisa digunakan untuk proses pelayanan payroll yang praktis, cepat, dan aman jika dibandingkan melakukan verifikasi menggunakan cara konvensional dan bisa memakan waktu untuk pencairan.


3. Akses Digitalisasi UMKM

Ekonomi digital juga membuka peluang bagi para pelaku UMKM. Namun, untuk mendapatkan kemudahan akses digital dan bantuan untuk pelaku usaha, UMKM harus mendaftarkan usaha mereka. Adanya tanda tangan elektronik dapat membantu efisiensi dan menjamin akurasi pelaku UMKM saat proses registrasi ke institusi terkait. Begitu juga dengan penandatanganan kontrak kerjasama, transaksi, maupun asuransi untuk usaha tanpa mengeluarkan biaya yang tinggi dan dapat menghemat waktu sehingga para pelaku usaha bisa lebih mengembangkan bisnisnya.


4. Digitalisasi Pelayanan Publik

Ekonomi digital yang semakin pesat juga berdampak pada digitalisasi pelayanan publik untuk mendukung kebutuhan masyarakat yang lebih cepat. Misalnya saja untuk pengurusan administrasi usaha maupun terkait dengan layanan pajak. Tanda tangan elektronik bisa diintegrasikan untuk melakukan pelaporan sekaligus pembayaran pajak melalui layanan digital perusahaan.


5. Percepatan Perwujudan Kebijakan

Tanda tangan elektronik juga memberikan peluang untuk percepatan perwujudan kebijakan pada institusi pemerintahan. Tanda tangan elektronik dapat digunakan untuk melakukan perjanjian kerjasama di bidang ekonomi digital dengan berbagai pihak. Misalnya perjanjian peningkatan kapasitas maupun dalam hal proses verifikasi administrasi bagi instansi pendukung ekonomi digital yang membutuhkan kebijakan-kebijakan baru.


6. Mempermudah Kepemilikan Aset Usaha

Keuntungan terakhir dari penggunaan tanda tangan elektronik bagi ekonomi digital adalah untuk mempermudah kepemilikan aset usaha. Para pengusaha akan bisa dengan lebih mudah mendapatkan aset usaha dengan kesepakatan-kesepakatan yang terjadi secara digital dan berjarak. Proses transaksi tidak lagi harus bertatap muka, sehingga dapat terjadi dalam waktu yang singkat. Selain itu dengan digitalisasi usaha melalui tanda tangan elektronik, perusahaan menjadi lebih agile, yang artinya perusahaan tidak kesulitan untuk melakukan berbagai keputusan pembelian ataupun penjualan.


Peluang dan Tantangan Tanda Tangan Elektronik di Era Ekonomi Digital


Kehadiran tanda tangan elektronik dalam ekonomi digital memiliki tantangan dan peluang yang harus diperhatikan oleh siapa saja para pelaku. Berikut beberapa peluang yang bisa dimaksimalkan dalam pemanfaatan tanda tangan elektronik pada sektor ekonomi digital:

  • Tanda tangan elektronik dapat dijadikan sebagai upaya yang dilakukan oleh perusahaan maupun instansi pemerintah dalam mitigasi risiko ekonomi digital. Terutama untuk mencegah tindakan kejahatan cyber dan fraud.

  • Menjadi salah satu platform baru untuk meningkatkan kepuasan konsumen. Apabila tanda tangan digunakan sebaik mungkin, konsumen akan menganggap perusahaan Anda memiliki perhatian lebih terhadap mereka, sehingga konsumen ini akan menjadi loyal dalam menggunakan produk Anda.

Mempercepat akselerasi pemerataan ekonomi, sebab tanda tangan elektronik dapat digunakan di mana saja dan kapan saja sehingga proses perekonomian digital berjalan dengan baik. Dengan catatan koneksi internet dan infrastruktur mendukung.

Sedangkan tantangan penerapan tanda tangan elektronik di era ekonomi digital antara lain adalah:

  • Masalah infrastruktur digital yang belum maksimal. Meski ekonomi digital dirancang memudahkan masyarakat dalam bertransaksi, ekonomi digital membutuhkan infrastruktur yang memadai. Wilayah yang terpencil dan jauh dari akses akan sulit untuk mendapatkan jaringan internet yang sangat dibutuhkan ekonomi digital termasuk penerapan tanda tangan elektronik.

  • Tantangan berikutnya adalah mengenai regulasi atau peraturan pemerintah. Saat ini, memang telah terdapat regulasi yang mengatur tentang penggunaan tanda tangan elektronik. Namun peraturan ini perlu disampaikan dan mengedukasi masyarakat bahwa tanda tangan elektronik adalah teknologi penunjang ekonomi digital yang telah sah dan diakui oleh pemerintah dan hukum. Hal ini menjadi pekerjaan rumah bersama baik itu perusahaan, pemerintah, hingga penyedia layanan tanda tangan elektronik itu sendiri.

Setidaknya itulah gambaran mengenai tanda tangan elektronik dan peranannya dalam menciptakan peluang baru bagi perusahaan dan pemerintah maupun individu di era ekonomi digital. Jika perusahaan Anda memerlukan informasi dan layanan tanda tangan elektronik serta identitas digital lainnya, PT Indonesia Digital Identity dapat Anda jadikan mitra untuk mendukung perkembangan bisnis yang lebih baik.








Bcaa: Dampak Tanda Tangan Elektronik pada Masa Depan Kontrak Bisnis

0 views0 comments